Skip to main content

Tidak Semua Rasa Suka Berbalas Perasaan Yang Sama




Tiba-tiba kamu menyalahkannya, kemudian memberi cap dia sudah memberi harapan palsu. Dan dengan teganya kamu mengatakan dia telah menyakitimu. Padahal dia benar-benar tidak tahu apa-apa. Dia hanya baik kepadamu —sementara kamu menanggapi dengan berlebihan. Dia mungkin memang begitu, baik kepada semua orang. Kamunya saja yang terlalu membawa perasaan. Kini hatimu patah, lalu mengatakan dia salah. Sial bagi dia yang hanya ingin sekadar ramah.

Coba ingat-ingat lagi, apa dia pernah mengatakan cinta kepadamu? Apa dia juga menyampaikan rindu untukmu? Atau, bisakah kau temukan kamu di matanya? Jika tidak ada. Jika hanya sekadar sapa biasa, jalan biasa, makan biasa, mungkin baginya kamu memang hanya teman biasa. Lalu, kenapa sekarang kau merasa terluka? Sementara dia sama sekali tidak tahu. Makanya dia tidak peduli.

Lalu setelah seperti ini siapa yang akan kamu salahkan. Bukankah semuanya harus jelas. Kalau kamu suka, ya itu urusan perasaanmu. Namun, kamu harus ingat tidak semua rasa suka berbalas perasaan yang sama. Apalagi kamu hanya mampu menerka-nerka dan mengirim kode semata. Jangan begitu, tanpa ada penjelasan dari dirimu kau malah menuduhnya memberi harapan palsu kepadamu.

"Bagaimana aku tidak jatuh hati kepadamu, setelah sedih panjang dan kehilangan meremukan hatiku kau datang menawarkan tenang. Kau membawa hal baru —harapan dan begitu banyak rindu. Kau menjadi peneduh saat gerah jiwaku sebab di hari lalu seseorang mengutuk diri menjadi masa lalu. Kau adalah bagian dari alasan menemukan bahagia kembali. Setelah dibenamkan sedih dan rasa duka sepanjang hari."

Sumber : BOY CANDRA

Comments

Popular posts from this blog

Karena semua yang ingin kuungkapkan

Karena semua yang ingin kuungkapkanTak harus kukatakan dengan lisan Tak harus kuungkapkan dengan perbuatan Karena memang belum waktunya bagiku menunjukkan Menyebut namamu saja membuat bibirku bergetar Melihat wajahmu saja membuat jantungku berdetak hebat Lalu bagaimana aku bisa katakan isi hatiku padamu? Lidahku kelu saat ingin mengucap rindu Hatiku pilu saat menahan rasa ingin bertemu Tapi aku tahu, Meski aku tak mampu sampaikan itu Kau akan rasakan kehadiranku di dalam hatimu

Aku Pamit

Kalimat itu sudah diketik, hampir saja dikirim pada sebuah nomor yang selama ini cukup spesial baginya. Tapi kalimat berisi dua kata itu dihapus lagi. Ia justru mematikan handphonenya. Menyimpan di bawah bantal. Kemudian, ia menangis. Menangis pelan namun deras. Tidak ada artinya kata pamit. Semua berawal tanpa kata, selesai pun tanpa kata, pikirnya. Perempuan itu lalu sejenak terdiam, menatap dinding birunya yang mengusam, membaca lembar demi lembar catatannya yang menuliskan semua perasaannya. Perempuan sembilan belas tahun itu masih menangis. Tiga tahun lalu, tanpa kata cinta layaknya sepasang muda-mudi menjalin tali asmara, dua orang ini justru saling menjauh, memilih menghindari perasaan mereka, sampai suatu waktu, tabir-tabir tersingkap dan mereka pun tak mampu menutupi lagi apa yang ada di hati mereka. Tidak ada tali apapun yang mengaitkan hati mereka, sungguh tidak ada. Atau kalaupun ada, mungkin tali itu yang disebut orang-orang bernama perasaan. Perempuan itu, tiga tahu...

Lagu "Halaqah cinta" kang abay motivasinger

it's something bangett,, pertama denger lagu ini langsung suka apalagi liriknya,,, keren dahh,,, ini biar gak pada penasaran nina kasih liriknya,, Halaqah Cinta Ribuan malam Menatap bintang dan harapan Dan ribuan siang Menahan terik penantian Mungkin tuhan ingin Kita sama-sama tuk mencari Saling merindukan Dalam do'a-do'a mendekatkan jarak kita